PARAGRAF/ALINEA

Pertemuan ke-5

Pengertian:
A. Paragraf adalah karangan mini;
B.Paragraf adalah satuan bahasa tulis yang terdiri atas beberapa kalimat yang tersusun secara runtut, logis, dalam satu kesatuan ide yang tersusun secara lengkap, utuh, dan padu;
C.Paragraf adalah bagian dari suatu karangan yang terdiri sejumlah kalimat yang mengungkapkan satuan informasi dengan pikiran utama sebagai pengendalinya dan pikiran penjelas sebagai pendukungnya;
D.Paragraf adalah rangkaian dari beberapa kalimat yang saling berhubungan dan terkait dalam satu kesatuan serta hanya mempunyai satu pokok pikiran atau gagasan.

Ciri-ciri paragraf:

A.Kalimat pertama menjorok ke dalam lima ketukan spasi untuk jenis karangan biasa, misalnya makalah, skripsi, tesis, dan desertasi. Karangan berbentuk lurus yang tidak bertakuk ditandai dengan jarak spasi merenggang, satu spasi lebih banyak daripada jarak antarbaris lainnya.
B.Paragraf menggunakan pikiran utama (gagasan utama) yang dinyatakan dalam kalimat topik.
C.Setiap paragraf menggunakan sebuah kalimat topik dan selebihnya merupakan kalimat pengembang yang berfungsi menjelaskan, menguraikan, atau menerangkan pikiran utama yang ada dalam kalimat topik.
D.Paragraf menggunakan pikiran penjelas (gagasan penjelas) yang dinyatakan dalam kalimat penjelas. Kalimat itu berisi detail-detail kalimat topik. Paragraf hanya berisi satu kalimat topil dan beberapa kalimat penjelas. Setiap kalimat penjelas berisi detail yang sangat spesifik dan tidak mengulang pikiran penjelas lainnya.

Fungsi paragraf:
A.Mengekspresikan gagasan tertulis dengan memberi bentuk suatu pikiran dan perasaan ke dalam serangkaian kalimat yang tersusun secara logis dalam suatu kesatuan.
B.Menandai peralihan (pergantian) gagasan baru bagi karangan yang terdiri atas beberapa paragraf, ganti paragraf berarti ganti gagasan.
C.Memudahkan perorganisasian gagasan bagi penulis, dan memudahkan pemahaman bagi pembaca.
D.Memudahkan pengembangan topik karangan ke dalam satuan-satuan unit pikiran yang lebih kecil.
E.Memudahkan pengendalian variabel, terutama karangan yang terdiri atas beberapa variabel.



Pikiran utama dan kalimat topik
A.Paragraf tanpa kalimat topik.
Paragraf itu tidak memiliki pikiranutama dan pikiran penjelas, juga tidak memiliki kalimat utama dan kalimat penjelas. Semua pikiran dan kalimat sama kedudukannya.

B.Kalimat topik dalam paragraf
1.Kalimat topik pada awal paragraf
Kalimat topik pada awal paragraf pada umumnya berisi pikiran utama yang bersifat umum. Kalimat selanjutnya berisi pikiran penjelas yang bersifat khusus, disebut kalimat penjelas. Isi kalimat itu berupa penjelas, uraian, analisis, contoh-contoh, keterangan, atau rincian kalimat topik. Dengan demikian, paragraf tersebut menggunakan penalaran induktif.


2.Kalimat topik dan akhir paragraf.
Paragraf diakhiri kalimat topik dan diawali dengan kalimat penjelas. Artinya, paragraf menyajikan kasus khusus, contoh, penjelasan, keternagan, atau analisis lebih dahulu, barulah ditutup dengan kalimat topik. Dengan demikian, paragraf tersebut menggunakan penalaran induktif.

3.Kalimat topik di awal dan akhir paragraf.
Kalimat topik pada awal paragraf menimbilkan sifat deduktif, pada akhir menjadikan paragraf bersifat induktif, sementara pada awal dan akhir menjadikan paragraf bersifaf deduktif-induktif.

4.Kalimat topik di tengah paragraf.
Paragraf dengan kalimat topik di tengah paragraf berarti diawali dengan kalimat penjelas dan diakhiri pula dengan kalimat penjelas. Paragraf ini menggunakan pola penalaran iduktif-deduktif.

Syarat utama paragraf yang baik.
1.Kesatuan paragraf (kesatuan pikiran)
2.Kepaduan paragraf:
a.Pengulangan kata kunci
b.Pengulangan kata ganti
c.Kata transisi
d.Struktur paralel
3.Ketuntasan paragraf (kesempurnaan paragraf)

a.Klasifikasi, yaitu mengelompokkan objek secara lengkap dan menyeluruh. Ketuntasan klasifikasi tidak memungkinkan adanya bagian yang tidak masuk kelompok klasifikasi.
b.Ketuntasan bahasan, yaitu kesempurnaan membahas materi secara menyeluruh dan utuh. Ini dilakukan lantaran pembahasan yang tidak tuntas akan menghasilkan simpulan yang salah, tidak sahih, dan tidak valid.
4.Konsistensi sudut pandang dalam paragraf
Sudut pandang adalah cara penulis menempatkan diri dalam karangannya. Sudut pandang ini dalam karya ilmiah bisa berupa perspektif yang hendak dibangu penulis.
5.Keruntutan paragraf.
Keruntutan paragraf adalah penyusunan urutan gagasan dalam karangan. Karangan yang runtut enak dibaca, dapat dipahami dengan mudah, dan menyenangkan pembacanya. Keruntutan dapat dilakukan dengan beberapa cara atau secara bersamaan dari berbagai cara:
a.penalaran;
b.kejelasan gagasan, makna, dan struktur;
c.kata transisi yang tepat;
d.kata ganti yang tepat;
e.ikatan makna yang jelas;
f.penggunaan idiomatic yang tepat;
g.komunikasi yang efektif;
h.membangun suasana (ilmiah, objektivitas);
i.hubungan antargagasan, antarkata, dan antarkalimat tidak terputus.


Jenis Paragraf

1.Paragraf pengantar
Paragraf pengantar berfungsi untuk memberitahu latar belakang, masalah tujuan, anggapan dasar. Pengantar yang baik dapat mengetuk hati dan memperoleh simpati, menggugah minat, dan gairah orang lain untuk mengetahui lebih banyak.
Fungsi paragraf pengantar:
1.Menunjukkan pokok persoalan yang mendasari masalah
2.Menarik minat pembaca dengan mengungkapkan latar belakang, pentingnya pemecahan masalah
3.Menyatakan tesis, yaitu ide sentral karangan yang akan dibahas.
4.Menyatakan pendirian (pernyataan maksud) sebagai persiapan ke arah pendirian selengkapnya sampai dengan akhir karangan.

Berbagai upaya yang bisa dilakukan penulis untuk menarik simpati:
1.Menyampaikan berita hangat.
2.Menyampaikan anekdot.
3.Memberikan latar belakang, suasanan, atau karakter.
4.Memberikan contoh kongkret berkenaan dengan pokok pembicaraan.
5.Mengawali karangan dengan suatu pernyataan yang tegas.
6.Menyentak pembaca dengan suatu peryataan tajam.
7.Menyentak dengan perbandingan, analogi, kesenjangan kontras.
8.Mengungkapkan isu-isu penting yang belum terungkap.
9.Mengungkap peristiwa yang luar biasa.



2.Paragraf pengembang.
Paragraf pengembang adalah paragraf yang berfungsi menerangkan atau menguraikan gagasan pokok karangan.

Fungsi paragraf pengembang:
1.Menguraikan, mendeskripsikan, membandingkan, menghubungkan, menjelaskan, atau menerangkan.
2.Menolak konsep: alasan, argumentasi (pembuktian), contoh, alasan, fakta, rincian, menyajikan dukungan.
3.Mendukung konsep: argumen, argumentasi, contoh, alasan, fakta, rincian.


4.Paragraf peralihan
Paragraf peralihan adalah paragraf penghubung yang terletak di antara dua paragraf utama. Paragraf uni relatif pendek. Fungsinya sebagai penghubung antarparagraf utama, memudahkan pikiran pembaca beralih ke gagasan lain.

5.Paragraf penutup.
Merupakan simpulan agar apa yang tertuang dalam pragraf-paragraf sebelumnya terkesan mendalam di benak pembaca.

Fungsi paragraf penutup:
1.Sebagai penutup menyatakan bahwa karangan sudah selesai. Komunikasi melalui karangan yang dibacanya telah ditutup, tetapi semangat yang besar dan segar diharapkan terus berlanjut.
2.Mengingatkan (menegaskan) kepada pembaca akan pentingnya pokok pembahasan.
3.Memuaskan pembaca untuk mendapatkan pandangan baru.
4.Menyajikan kesimpulan.

Upaya penutup karangan dengan kesan yang kuat:
1.Menegaskan kembali tesis atau ide pokok karangan dengan kata-kata lain.
2.Meringkas atau merangkum gagasan-gagasan penting yang telah disampaikan.
3.Memberikan kesimpulan, saran, dan proyeksi masa depan.
4.Memberikan pernyataan yang tegas dan kesan mendalam.

Hubungan antarparagraf
Karangan menuntut kepaduan keseluruhan pargraf. Paragraf pembuka, peralihan, pengembang, dan penutup harus menghasilkan kepaduan karangan. Hal ini dapat dihasilkan dengan menjalin hubungan logis, keruntutan, dan kepaduan karangan. Maka, masing-masing pargraf harus terkait dengan topik karangan.

Pengembangan paragraf
1. Secara alamiah
Perkembangan paragraf didasarkan pada urutan ruang dan waktu. Urutan ruang merupakan urutan yang akan membawa pembaca dari satu titik ke titik berikutnya dalam satu raung. Adapun urutan waktu adalah urutan yang menggmbarkan urutan terjadinya peristiwa, perbuatan, atau tindakan.

2. Klimaks-antiklimaks
Paragraf jenis ini lazim digunakan untuk menyajika sebuah cerita atau konflik. Penulisan diawali dengan penulisan tokoh, dilanjutkan dengan konflik, mencapai puncak konflik, dan menurun menuju solusi. Jenis paragraf ini lazim digunakan untuk menulis sejarah dan cerita fiksi.

3.Deduksi dan induksi
Deduksi adalah proses penalaran dengan menyebut gagasan utama yang bersifat umum dan dilanjutkan dengan gagasan-gagasan yang bersifat khusus. Sementara, induksi adalah proses penalaran dengan menyebut gagasan-gagasan khusus dan dilanjutkan dengan gagasan utama.

Paragraf berdasarkan fungsi:

1.Perbandingan dan pertentangan.
a.Perbandingan
Paragraf perbandingan dan pertentangan adalah pargraf yang berusaha memperjelas paparannya dengan jalan membandingkan dan mempertentangkan hal-hal yang dibicarakan. Dalam perbandingan tersebut dikemukakan persamaan dan perbedaan antara kedua hal itu. Yang dapat dibandingkan dan dipertentangakan adalah dua hal yang tingkatannya sama dan kedua hal tersebut memiliki perbedaan dan persamaan.

b.Pertentangan
Pertentangan merupakan proses argumentasi dengan melakukan penolakan. Maka, pertentangan ditargetkan menolak eksistensi dan disertai pembuktian.

2.Analogi.
Paragraf berupa analogi biasanya digunakan penulis untuk membandingkan sesuatu yang dikenal oleh umum dengan yang kurang dikenal.

3. Sebab akibat.
Dalam paragraf sebab-akibat, sebab dapat berfungsi sebagai pikiranutama dan akibat sebagai pikiran penjelas. Sebaliknya, akibat sebagai pikiran utama dan sebab sebagai rincian penjelasnya.

0 comments:

Post a Comment

 

Buku Saya


Created with flickr slideshow.

Pemilik Blog

Translate